Workplace spirituality: Perlukah diterapkan di Perusahaan?
Pernahkah Anda bertanya–mengapa ada perusahaan yang membudayakan shalat berjamaah atau Do’a pagi bersama?
Ini merupakan salah satu implementasi dari budaya Workplace Spirituality. Budaya yang menumbuhkan kesadaran bahwa individu merupakan makhluk yang spiritualis dan ber-Tuhan. Kegiatan ini dapat menciptakan suasana positif kepada pekerja seperti disiplin, ikhlas, bersemangat, empati, dan amanah.
Apa itu Workplace Spirituality?
Seseorang akan lebih menikmati pekerjaannya ketika nilai-nilai yang ada di tempat kerja sejalan dengan keyakinan dan prinsip yang ia anut. Inilah yang menjadi inti dari workplace spirituality — sebuah pendekatan manajemen perilaku yang berupaya menanamkan budaya dan nilai perusahaan sebagai bagian dari nilai spiritual setiap individu di dalamnya. Ketika hal ini terwujud, karyawan tidak hanya menerima kelebihan dan kekurangan pekerjaannya dengan lapang dada, tetapi juga merasa bahagia, nyaman, dan terdorong untuk mengembangkan diri. Hasilnya, mereka pun bekerja dengan lebih produktif dan penuh makna (Abizari & Ruslaini, 2020).
Peran Spiritualitas di Perusahaan
Spiritualitas di tempat kerja sering kali berakar pada nilai-nilai agama yang dianut seseorang. Nilai ini menjadi pegangan, memberi arah, dan menumbuhkan keyakinan bahwa pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar tugas, tetapi juga bagian dari pengabdian dan kebaikan. Ketika perusahaan mengakomodasi spiritualitas, karyawan akan merasa dihargai, aman secara moral, dan lebih bersemangat memberikan yang terbaik. Penelitian Parera dkk. (2018) pun membuktikan, nilai agama mampu memperkuat daya tahan mental karyawan, terutama saat harus menghadapi tekanan tinggi. Dengan keimanan yang kuat, tantangan pun terasa lebih ringan untuk dijalani.
3 dimensi yang berpengaruh pada workplace spirituality, ketiganya berperan pada 3 level berbeda yakni individu, komunitas dan organisasi :
- Meaningful work. Seseorang akan nyaman ketika merasa bahwa aktivitas dan kegiatan nya bermakna bagi dirinya dan orang lain.
- Sense of community. Hubungan atau bagaimana seseorang attach kepada lingkungan komunitasnya. Melibatkan dimensi emosional dan spiritual komunitas atau timnya yang menciptakan rasa aman, bebas dan penuh dukungan.
- Alignment with organizational values. Penyelarasan antara value pribadi dan visi perusahaan. Menciptakan perasaan kebanggaan dan keinginan pegawai untuk berkontribusi kepada organisasi dalam mencapai tujuan yang selaras tersebut.
Perusahaan yang menanamkan budaya spiritualitas akan membangun lingkungan kerja yang dipenuhi energi positif, diwarnai nilai kebaikan, etika kepemimpinan, dan saling mendukung antarindividu. Penerapan workplace spirituality tidak hanya menjadi bagian dari budaya, tetapi juga dari manajemen perilaku yang mampu memperkuat employee engagement atau keterikatan karyawan pada perusahaan. Sejalan dengan itu, Nugraheni (2020) menemukan bahwa karyawan dengan tingkat spiritualitas tinggi cenderung memiliki antusiasme yang besar terhadap pekerjaannya. Mereka bekerja dengan hati, merasa terhubung dengan tujuan organisasi, dan berkontribusi dengan sepenuh jiwa.
Kesimpulan
Penerapan workplace spirituality penting karena meningkatkan makna pekerjaan, rasa dihargai, dan kekuatan emosional karyawan. Hal ini mendorong sikap disiplin, ikhlas, empati, dan semangat kerja. Kesesuaian nilai pribadi dengan visi perusahaan memperkuat kebersamaan dan keterikatan karyawan, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan pencapaian tujuan perusahaan. Jadi, workplace spirituality perlu diterapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, bermakna, dan kompetitif.
Bagaimana Elok Printing menerapkan Workplace Spirituality di Perusahaan?
Salah satu misi elok adalah “Membangun ekosistem kerja yang spiritual, positif, dan profesional untuk terus bertumbuh bersama, ini merupakan manajemen perilaku workplace spirituality yang diimplementasikan dengan budaya sholat berjamaah di masjid bagi karyawan laki-laki. Melalui rutinitas ini, perusahaan menanamkan nilai-nilai disiplin, ketulusan hati, semangat, rasa empati, dan kejujuran dalam setiap kegiatan kerja. Bagi Elok Printing, workplace spirituality bukan sekadar motto, melainkan sudah menjadi bagian mendasar dari identitas perusahaan. Budaya ini membantu setiap karyawan menemukan makna dalam pekerjaan mereka, merasakan keterikatan dengan tim, serta selaras dengan tujuan perusahaan, sehingga mendorong pertumbuhan bersama yang berkelanjutan.
Tentang Elok Printing
Elok Printing merupakan perusahaan percetakan yang berpusat di Jambi dan menyediakan berbagai produk kebutuhan identitas organisasi, seperti kartu identitas, spanduk, merchandise, dan lain-lain. Kami melayani berbagai institusi, komunitas, serta organisasi dengan komitmen kuat terhadap kualitas produk, ketepatan pengiriman, dan pendekatan yang bersifat humanis. Budaya kerja yang hangat dan kekeluargaan menjadi dasar utama bagi kami untuk terus berkembang sebagai mitra percetakan yang dapat diandalkan.
Referensi :
Nina Ramadhani Wulandar Abizari, R. (2020). Analisis Penerapan Workplace Spirituality Dalam Peningkatan Kinerja Dan Kualitas Sumber Daya Manusia . urnal EL-Kahfi Journal of Islamic Economics.
Nugraheni, P. F. (2020). Skripsi; Hubungan Antara Workplace Spirituality, Workplace Engagement, Workplace Envy, dan Job Performance. Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawab Negara Yogyakarta.
Perera, C. K., Pandey, R., & Srivastava, A. K. (2018). Role of religion and spirituality in stress management among nurses. Psychological Studies, 63(2), 187–199. https://doi.org/10.1007/ s12646-018-0454-x


